Rabu, 20 Oktober 2010

MEMPERTAHANKAN KESATUAN DAN PERSATUAN


Dosen mata kuliah pendidikan PPKN hari ini memberi saya dan teman-teman materi tentang konsep dasar pendidikan PPKN yakni persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau menjelaskan tentang beberapa sikap dasar yang membentuk persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap-sikap dasar ini sangat mempengaruhi kekokohan dan keberlangsungan persatuan dan kesatuan bangsa.

Nah iseng iseng saya nyangkut-nyangkutin sikap dasar yang udah di jelasin dengan persatuan dan kesatuan dalam sebuah hubungan lawan jenis *nahh looo… sebelumnya maav pak dosen, hihi terkadang jari-jari saya kurang bisa bekerja sama dengan otak saya dalam mengunggkapkan keisengan saya. Bukankah terkadang suatu ilmu terkadang juga bisa berguna untuk hal lain dan bisa di sangkutkan dengan hal lain selama itu diperlukan ? sekalii lagi maav atas keisengan saya ini.
Kembali ke materi *gaya sok banget truss di timpuk sandal… adapun sikap sikap dasar yang perlu di kembangkan, dijaga, dilestarikan dan dimuseumkan dalam menjaga dan membentuk suatu persatuan dan kesatuan dalam hubungan percintaan antara lain yakni,

Yang pertama adalah sikap menjaga dan memahami kepentingan yang sama. Jadi teman-teman, saudara-saudarai, bapak dan ibu, dalam menjalin sebuah hubungan lawan jenis yang mengikut sertakan makhluk bernama cinta, kita wajib ain harus memahami mengapa kita berada di hubungan tersebut. Untuk apakah hubungan tersebut kita jalani. Kepentingan apakah yang melandasi kita untuk bisa tetap survive berada di dalam lingkaran cinta tersebut. Nah itu semua kita harus mantabkan kita pahami kepentingan dari diri ita dan pasangan sesuai dengan kesepakatan yang telah kita buat berdua tentunya *kalo berseratus jadinya demo berjamaah.

Yang kedua, kita harus mampu memupuk sikap keadilan. Apa itu keadilan ? keadilan merupakan sikap dimana kita dapat menempatkan sesuatu sesuai hengan hak-nya. Di saat ramainya orang berdemo menuntut keadilan, namun tidak satupun orang berdemo menuntut keadilan dalam cinta, cinta memang kadang tidak adiL.!!, atau manusianya yang sering tidak adil dalam menjaga dan membina sebuah cinta. Nahh kita harus bisa adil. Menempatkan sesuatu, menempatkan diri kita sesuai dengan kapasitas kita. Menempatkan posisi pasangan dan cinta sesuai dengan hak dan dimana sehrusnya ia berada. *saya kug mulaii gag paham… yah intinya kita harus adil. Meski terkadang gag ada ukuran yang jelas untuk sebuah keadilan. Jangan sampai kita mendzolimi pasangan .

Dalam menciptakan dan mempertahankan persatuan dan kesatuan hubungan lawan jenis yang melibatkan makhluk bernama cinta maka kita butuh kejujuran. Kejujuran merupakan keberanian berkata, berpikir, dan bertindak sesuai dengan realita. Nilai kejujuran ini sangatlah mahal. Bahkan ada filosofi jawa yang menyebutkan bahwa ‘wong sing isok jujur iku wong sing wis jemujur’. Nah lhuu.. segitunya kan buat mencari kejujuran. Orang bisa jujur kalu dia sudah meninggal. Hemm.. tapi gag seekstrem itu juga sse saya menilainya. Untuk mengatakan sebuah kejujuran kita butuh sebuah keberanian yang besar. Namun semuanya akan indah bila suatu hubungan di landasi dengan sebuah kejujuran meski terkadang kejujuran juga menyakitkan *mulai sinis lagii..

Yang keempat. Agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga maka kita membutuhkan yang namanya solidaritas. Nah solidaritas ini muncul dari karakter dan kepribdian seorang individu. Tanpa adanya solidritas maka persatuan dalam suatu hubungan tak akan pernah ada. Dan bila solidaritas mulai berkurang maka itu adalah tanda-tanda mulai pecahnya sebuah persatuan dan kesatuan. Rasa solidaritas ini muncul dari rasa setia yang nantinya akan memunculkan rasa rela berkorban dan mengorbankan diri. Contohnya, dari adanya rasa solidaritas terhadap pasangan kita terkadang rela berkorban memberikan materi bahkan psikis kita agar tetap melihat pasangan kita bahagia. Dan terkadang kita juga tag segan-segan mengorbankan diri kita hanya untuk melihat pasangan terkasih kita tersenyum. Hemm absurd tapi absolute. Begitulah terkadang perbedaan antara rela berkorban, mengorbankan diri dan kegilaaan. Namun kita juga harus bisa membtasi rasa solidaritas kita. Karena solidaritas sendiri pada hakikatya harus dilakukan dengan tanpa meninggalkan norma-norma yang ada.

Yang kelima adalah kerjasama. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat dipisahkan dari komunitasnya dan setiap orang di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri sendiri melakukan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa bantuan orang lain. Secara alamiah, manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, baik sesama manusia maupun dengan makhluk hidup lainnya. Begitupun Anda, dalam aktivitas usahanya setiap orang selalu membutuhkan kehadiran dan peran orang lain. Kerja sama pada intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara dua orang atau lebih yang saling menguntungkan. Dalam kerjasama ini kita dan pasangan harus saling pengertian, saling membutuhkan, dan selalu melakukan koordinasi.

Klimaksnya, dalam menciptakan dan mempertahankan persatuan dan kesatuan hubungan lawan jenis yang melibatkan makhluk bernama cinta, kita harus kembali pada kesetiaan terhadap kesepakatan yang telah di sepakati bersama. Buah dari kesetiaan ini nanti adalah kepercayaan (trust), tanggung jawab (accountability) dan transparacy. Dengan adanya kesetiaan maka persatuan dan kesatuan akan dapat terjaga utuh.
Yah begitulah yang bisa saya tulis hari ini, semuga lain kali saya bisa menulis yang lebih berguna. Hehehe..

Bookmark and Share

Sabtu, 16 Oktober 2010

JUM'AT ROMANTIS


I don’t want to go another day
So I’m telling you exactly what is on my mind
Seems like everybody is breaking up
Throwing their love away
I know I got a good thing right here
That’s why I say..

Di satu hari, dimana hari besar bagi agamanya.. Ia duduk bersanding dengan seorang lelaki dalam sebuah bus yang mengantar ke kotanya. Lelaki yang telah lama hadir dalam hidupnya, mengisi hari-harinya dengan gulali-gulali manis . Lelaki yang selama ini selalu siap menyiapkan telinga untuk segala keluh kesahnya. Satu lelaki dari masa lampau yang sempat terkubur bersama kenangan-kenangan masa remajanya.

Dengan senyum malu-malu ia berbagi segala cerita tentang kekonyolannya, bahagianya, kekhawatirannya, dan bahkan kisah sedihnya. Tak sungkan ia hujani lelaki itu dengan cubitan dan pukulan manjanya. Ia temukan suntikan semangat saat menatap wajah lelaki itu. wajah yang selalu memancarkan harapan dan mimpi untuknya.

Sesekali ia terdiam, matanya menerawang jauh keluar jendela. Ada kebahagiaan di matanya, ada sesuatu yang bergejolak di hatinya. Bukan amarah, bukan pula bahagia biasa. Dan akhirnya ia menyerah pada satu kesimpulan. Ia jatuh cinta..

Bukan yang pertama kali ia jatuh cinta pada lelaki itu. Tapi kali ini ia terseret lebih jauh dalam perasaan yang ia yakini cinta. Mungkin perjalanan itulah yang membuat jatuh cintanya kali ini lebih indah, lebih syahdu daripada hari lainnya. Duduk sebangku dengan diiringi alunan simfoni cinta dari penyanyi-penyanyi papan atas di negerinya. Ditambah pembicaraan dan gombalan-gombalan romantis dari bibirnya dan lelaki itu.

Nobody’s going to lo
ve me better, I must stick with you forever
Nobody’s going to take me higher , I must stick with you
You know how to appreciate me , I must stick with you my baby
Nobody ever made me feel this way, I must stick with you….(stickwitu-pussycat dolls)

Detik demi detik, menit demi menit ia nikmati perjalanan itu dalam diam. Ia rangkum luapan bahagianya dalam doa-doa kecil. Ia rekam semua alunan nafas lelaki kecintaannya itu. Ada keengganan bila ia tertinggal spersekian mikrodetik dalam moment tersebut. Mungkin terlihat aneh, tapi itulah cinta. Yah.. ia jatuh cinta. Ia biarkan dirinya dan hatinya terseret jauh dalam pesona lelaki itu .

Hingga akhirnya bus yang ia tumpangi bersama lelaki itu harus berhenti di kotanya. Tempat dimana ia dan lelaki kecintaannya harus terpisah untuk sementara. Saat itu pula rasa cintanya berubah menjadi rindu amat sangat ketika harus mentap punggung kecintaannya yang semakin menjauh…

Dua jam mungkin singkat bagi orang-orang yang seperjalanan bersamanya. Namun dua jam perjalanan ke kotanya telah membawa cinta baru kehatinya , senyuman arumanis di bibirnya, dan juga kubangan rindu yang dalam di hidupnya… -nury-
Bookmark and Share

Selasa, 28 September 2010

Pendidikan atau Pengajaran ?

Pendidikan adalah :
(pengertian pertama) Pendidikan merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya.
(pengertian kedua)Pendidikan adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya.
(pengertian ketiga)Pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan Cerdas dan Kompetitif).

Dari beberapa pengertian tersebut bisa kita simpulkan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan Pengajaran adalah proses belajar atau proses menuntut ilmu. Ada dosen, guru, ustadz yang mengajar atau menyampaikan ilmu kepada murid yang belajar. Hasilnya murid menjadi pandai, dan berilmu pengetahuan. Pengajaran bisa juga didefinisikan sebagai Aktivitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetahuan, teknologi dan ketrampilan serta meningkat kecerdasan dan pengendalian emosinya sehingga seseorang mampu survive di dalam kehidupannya.

Jadi jelas perbedaan antara pendidikan dan pengajaran. Pengajaran hanyalah sebatas penyampaian atau mentransfer ilmu pengetahuan pada pihak kedua atau dalam konteks ini adalah siswa. Sedangkan pendidikan tidak hanya dalam ilmu pengetahuan saja melainkan juga penerapan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan agar pihak kedua atau siswa lebih bisa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya serta mencapai kedewasaan.

Agar kita bisa lebih jelas dalam membedakan pendidikan dan pengajaran, kita lihat dua kasus dibawah ini :
1.Di salah satu Sekolah dasar, seorang guru menyampaikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Fokus pelajaran pada hari itu adalah tentang Hewan Vertebratae. Guru tersebut menyampaikan materi dengan alat bantu gambar-gambar hewan vertebratae. Kemudian siswa dipersilakan bertanya tentang apa yang kurang dipahaminya pada materi tersebut.
2.Seorang siswa Sekolah Dasar duduk di atas meja, kebetulan hal tersebut diketahui oleh gurunya. Kemudian sang guru mengingatkan siswa tersebut agar turun dari meja dan duduk di kursi yang telah disediakan. Karena pada hakekatnya meja bukanlah tempat duduk.

Dari kedua kasus tersebut bisa kita dapatkan bahawa pada kasus pertama merupakan contoh dari pengajaran dan kasus yang kedua adalah contoh dari pendidikan.

Sampai disini, semoga kita bisa membedakan apa itu pengajaran dan apa itu pendidikan. Semoga tidak sampai tertukar maknanya .^___^ (nury)
Bookmark and Share

Minggu, 26 September 2010

Berfilsafat Yukss.. !

Sejak SMA saya sudah ‘anti’ dengan yang namanya filsafat. Jangankan berfilsafat, mendengar kata-kata filsafat-pun saya sudah pusing duluan. Entah kenapa, menurut saya filsafat itu hanya diperuntukkan orang-orang yang memiliki intelegensi di atas rata-rata. Dan kebanyakan (dari yang saya lihat dan perhatikan) para filusuf itu orangnya aneh-aneh, gak lazim, dan arah pembicaraannya selalu berputar-putar, gak langsung pada intinya. Ditambah lagi, di awal-awal kuliah saya mendapat mata kuliah filsafat ilmu yang bukannya membuat saya tertarik malah membuat saya semakin bingung dengan hal-hal yang berbau filsafat. Sumpah, tiap kali dosen mengajar tentang Filsafat ilmu yang ada di otak saya hanyalah ingin sekali pulang dan tidur di kost, malas berpikir yang rumit-rumit. Alhasil, akhir semester pengetahuan saya tentang filsafat ‘nol putung’ nggak dapet apa-apa. Dan kelulusan mata kuliah filsafat ilmu saya perlu dipertanyakan kembali *hehehe…

Namun, pendapat saya tentang filsafat berubah 180 derajat semenjak saya membaca buku Fahd Djibran yang berjudul Cat In My Eyes, Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa. Buku ini merupakan kumpulan sketsa, prosa, dan cerita seperti puzzle yang mengajak pembacanya untuk mencari makna dari sejumlah pertanyaan yang mungkin terdengar klise namun sangat penting seperti ; apa itu hidup ? apa itu cinta? apa itu Tuhan ? Pada awalnya saya tak menganggap buku ini berbau filsafat atau sebagainya. Yang saya tahu buku ini sangat luar biasa karena berani meninjau ulang kelaziman. Hingga pada suatu hari (sebenarnya saya benci menggunakan kata-kata ini), saya bercerita tentang isi buku tersebut pada salah satu teman. Ditengah-tengah antusiasme bercerita, teman saya itu menceletuk “aduh Riz, gak kuat diriku kalau kamu ajak berfilsafat ria”. Sontak saya terkejut, ternyata yang seperti tadi itu bisa dikatakan berfilsafat toh.

Dari situlah saya mulai rajin menggali tentang makna filsafat. Terkadang saat waktu senggang saya searching di salah satu search engine tentang apa itu filsafat, bagaimana berfilsafat yang baik, siapa-siapa saja filusuf terkenal dunia, mengapa harus berfilsafat dan lain sebagainya. Beberapa buku-pun sudah menjadi objek pencariaan saya tentang filsafat. Mulai dari buku kuliah semester awal Filsafat Ilmu Made Pramono, hingga buku Kunto Wibisono Karakteristik Berpikir Filsafat yang saya pinjam dari perpustakaan daerah saya (maklum saya tidak memiliki budget khusus untuk buku tersebut) sudah khatam demi memuaskan rasa penasaran saya pada makhluk bernama ‘filsafat’ ini..

Garis besar dari pencarian saya tersebut, bahwa
Filsafat merupakan pencarian sikap kritis terhadap sesuatu hal dengan memahami soal sampai seakar-akarnya. Berfilsafat itu juga berarti perenungan yang mendalam terhadap sesuatu, misalnya terhadap lingkungan, kehidupan masyarakat, relasi dengan sesama, dll. Dengan kata lain, filsafat adalah proses upaya berpikir kritis manusia terhadap suatu fenomena kehidupan sehari-hari.

(diambil dari buku Realitas dan Objektivitas ; Refleksi kritis atas cara kerja ilmiah, ditulis oleh Dr. Irmayanti M. Budianto, Wedatama Widya Sastra 2005)

Secara historis, filsafat menempati poisisi penting bagi kemunculan ilmu-ilmu khusus. Oleh karena itu filsafat . Istilah filsafat bisa dilacak etimologinya dari istilah Yunani philoshophia yang terbentuk dari dua akar kataya, yakni : philien (mencintai) dan sophos (bijaksana). Sehingga dari situ bisa kita maknai bahwa filsafat merupakan kegiatan mencari suatu kebenaran melalui proses berpikir manusia. Kemudian, ilmu filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis refleksif, integral, radikal, logis, sistematis, dan universal.

Adapun problem-problem filsafat adalah ; (1) Ontologi ; mengkaji keberadaan sesuatu, membahas tentang “ADA” yang dapat dipahami baik secara konkret, factual, transdental ataupun metafisis. (2) Epistemologi ; membahas pengetahuan yang akan dimiliki manusia apabila manusia itu membutuhkannya. (3) Aksiologi ; membahas kaidah norma dan nilai yang ada pada manusia.

Masih membingungkan memang, akan tetapi filsafat bukanlah sesuatu yang aneh yang bisa membuat pelakunya menjadi ‘aneh’. Beberapa terlihat seperti itu karena mereka berbeda, berpikir lebih dalam dari pada kita sehingga pembicaraannya terkadang seperti gak nyambung. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita juga sering berfilsafat dalam hidup ini. Cara kita memandang dan berfikir pada masalah yang kita hadapi itu-pun termasuk dalam kategori berfilsafat, meskipun terkadang kita tidak melakukannya secara mendalam.

Sesekali waktu kita juga perlu berfikir secara mendalam pada hidup kita. Kita perlu sesekali merenungi sejauh mana hidup kita, apa, mengapa, bagaimana, misal ; Sudahkah saya bermanfaat untuk hidup saya, orangtua saya, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama ?

Akan tetapi, janganlah terlalu jauh mempertanyakan sesuatu, karena bisa berbahaya. Seperti yang saya katakan, yang namanya “TERLALU” itu bermakna negatif. Banyak saya lihat kasus orang-orang yang terlalu berfilsafat dan mempertanyakan hidupnya, menjadi seorang yang gila bahkan menjadi tak ber-Tuhan. Na’udzubillah.

Belajar filsafat pada akhirnya saya pahami secara lebih baik (ini menurut saya), sebagai suatu cara untuk memperoleh pemahaman baru mengenai realitas (yang ada), menemukan wawasan-wawasan baru, memperoleh pencerahan serta kebenaran baru. Secara ringkas belajar berfilsafat adalah untuk memperoleh pemahaman atau memahami dunia dan diri kita sendiri. Dengan demikian, kita harus siap untuk mengubah atau mengganti kepercayaan-kepercayaan atau asumsi-asumsi kita ketika kita memperoleh suatu pemahaman baru yang lebih baik. Kelapangan hati untuk menerima hal yang berbeda-beda juga sangat diperlukan dalam berfilsafat. Kita juga harus siap untuk menerima bahwa tidak setiap pertanyaan memiliki jawaban dalam filsafat. Namun bukan berarti hal tersebut bisa dijadikan alasan untuk kemudian kita berdiam diri dan tak mencari jawaban dari pertanyaan yang ada. Pada hakikatnya kita berfilsafat seiring dengan helaan nafas kita.

Jadi teruslah bertanya (berfilsafat), sebab seperti kata Socrates, “hidup yang tidak pernah dipertanyakan, sesungguhnya adalah hidup yang tak pernah layak untuk diteruskan”. Sampai disini, hanya ada satu pertanyaan yang mungkin : Bertanya atau mati ?! –nury dalam sebuah perenungan

Senin, 23 Agustus 2010

Aku Dan Jilbab-ku


Ini sudah minggu kedua aku mengenakan jilbabku. Keputusan yang sebenarnya kuambil tidak terlalu tergesah-gesah, karena sebelumnya sudah jauh-jauh hari kupikirkan tentang mengenakan jilbab. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku mengenakan jilbab.

Sekedar menengok sosok diriku lima tahun lalu *memutar ingatan, saat aku pertama kali memutuskan untuk masuk kesebuah Sekolah Menengah Atas yang berbasiskan agama, aku diwajibkan mengenakan jilbab karena begitulah peraturannya. Tidak mengenakan jilbab, haram hukumnya untuk sekolah di sana. Bahkan kabar terakhir lingkungan sekolahku kini menjadi lingkungan wajib berjilbab, tak perduli siswa atau bukan wanita harus mengenakan jilbab *minimal menjaga kesopanan berpakaian.

Selama berada di sekolah tersebut aku mulai membiasakan diri untuk mengenakan jilbab, meski terkadang tiap hang out bersama teman-teman, jilbab untuk sementara kutinggal di rumah. Begitulah aku, mengenakan jilbab dikarenakan peraturan yang mewajibkan.

Lulus SMA, mulai terjadi kegamangan tentang mengenakan jilbabku. Aku yang saat itu telah terdaftar di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya, dihadapkan pada dua pilihan. Terus mengenakan jilbab saat Kuliah atau menanggalkannya. Sebenarnya itu pilihan yang mudah, mengingat aku yang sejak awal mengenakan jilbab hanya karena peraturan sekolah, aku bisa saja memilih menanggalkan jilbabku, toh mengenakan atau tidak sama saja tidak mengenakan jilbab bagiku, Karena aktivitas selain yang berhubungan dengan sekolah aku tak mengenakan jilbab. Selain itu ayahku memberiku kebebasan untuk memilih dan Ibuku memiliki pemikiran yang sama denganku.

Namun, Keinginanku untuk menanggalkan jilbab harus terbentur dengan pandangan masyarakat dan intervensi dari si pacar. Yang ada di kepalaku saat itu adalah bagaimana pandangan tetangga, guru-guru dan teman-temanku bila aku menanggalkan jilbab ? Pasti mereka akan kecewa. Trus pasti aku bakal dapat kecaman keras dari si pacar yang kebetulan keluarganya memiliki fondasi agama yang kuat. Akhirnya, berjilbab adalah harga mati untukku saat itu. Lagi-lagi aku mengenakan jilbab *hanya saat kuliah saja hehe*, bukan karena ingin hatiku tapi untuk orang lain.

Satu setengah tahun yang lalu, aku mengambil sebuah keputusan yang tidak biasa, keputusan yang bias menjadi skak mat buat pencitraanku. Aku memilih melepas jilbabku. Hal itu kulakukan semata-mata karena aku lelah mengikuti kata orang lain, karena aku lelah menjadi palsu. Bersembunyi di balik jilbabku, dan bilang aku orang baik. Pemikiranku tentang jilbab saat itu berbalik 180 derajat. Mengenakan jilbab bagiku bukanlah sekedar memasang sehelai kain sebagai punutup kepala. Jilbab lebih daripada itu. Jilbab itu seperti sebuah perinsip tentang hidup, tentang pencitraan diri. Disaat kau mengenakan jilbab disaat itupula-lah bukan hanya tubuhmu yang tertutupi dan jauh dari hal buruk, begitu juga perkataanmu, perbuatanmu dan bahkan hatimu. 

Jilbab terlalu indah bila harus kau kotori dengan perbuatan tercela. Dan aku belum memiliki kesiapan untuk benar-benar melakukannya. Aku tak mau menjadi bahan gunjingan orang-orang seperti yang bisanya bilang seperti ini “krudungan kok pencilakan, gak isin karo krudunge” (pake jilbab kok banyak tingkah, gak malu sama jilbabnya). Nah.. daripada aku jadi bahan omongan yang menjadikan sumber dosa, mending aku menanggalkan jilbabku hingga hatiku benar-benar siap mengenakannya meski itu mempertaruhkan harga diriku.

Akan tetapi dua minggu yang lalu, aku diperingatkan lewat mimpi dan ingatanku tentang jilbab. Malam itu aku bermimpi tak tahu darimana awalnya *bukankah mimpi emang seprti itu*, seorang anak menarik rambutku yang selama ini kujaga keindahannya *seperti iklan shampoo hehe. Lama-kelamaaan tarikan anak tersebut semkain kuat, dan sakit mulai menjalar di ubun-ubunku. Aku berteriak sekencang mungkin, meronta-ronta minta di lepaskan, namun anak tersebut malah ketawa-ketawa gak jelas mirip film horror. Dari situ aku mengambil kesimpulan sendiri, mungkin aku di peringatkan untuk gak mengumbar rambutku kemana-mana *pengambilan kesimpulan yang seenaknya :-P*

Kemudian tiba-tiba aku diingatkan pada kenangan berapa belas tahun yang lalu, aku diingatkan pada sosok rizka kecil yang merengek minta di pondokkan, rizka kecil yang suka bermain dengan jilbab ibunya. Dari situlah aku disadarkan, pilihan mengenakan jilbabku sudah dari awal aku yang membuat dan pilihan itu sudah kuambil sejak dari dulu. hanya mungkin waktu pelaksanaannya sajalah yang harus tertunda.

Dan inilah aku yang sekarang, setelah menjalani istikharahku dan tidak mengindahkan intervensi dari luar, aku memasang kembali jilbabku yang sempat kutinggalkan. Keputusan mengenakan jilbab ini tidak seperti dahulu. Bukan karena si pacar, keluarta pihak instansi atau masyarakat manapun. Tidak hanya untuk saat tertentu saja yang kemudian di waktu lain aku bisa melenggang tanpa mengenakan jilbab. Keputusanku mengenakan jilbab kali ini murni kata hatiku, tiba-tiba saja aku diberi kesiapan. Meski aku tahu akan ada orang yang bilang aku plin-plan atau tak punya prinsip, aku tak peduli. Mengenakan jilbab kini menjadi urusanku dan Raja Semesta saja. Biar aku dan Dia saja yang mengetahui. Bukankah dari awal kita sudah diberi kebebasan memilih ? Dan kini aku bebas memilih jalanku dan prinsipku.

Mungkin aku harus tetap belajar, belajar dan belajar agar bisa beristiqomah dengan jilbabku ini. Bukan tidak mungkin akan ada halangan dan rintangan selama perjalananku ini. Mungkin dari luar maupun diriku. Namun aku berjanji pada diriku sendiri dan Raja Semesta, keputusan ini bukan sementara tapi selamanya. Semoga.

Bagaimana cerita kalian dengan jilbab kalian ??? –nury-
Bookmark and Share

Minggu, 11 Juli 2010

Swimming With Civer in The Gank



banci photoh semuanya ddeh , hihihi...sok manis semuaa
percuma cari harta karun di dalem kolam gak bakal ada !!

ne malah sibuk ngrawat diri (aduhh alayy)

ngikut eksis dulu deh, masak saya pegang kamera mulu .. bossendd


Bookmark and Share

Pacarku Gila Futsal !


Dari pengalaman saya selama kurang lebih empat tahunan lebih bersama si pacar, saya mendapatkan berbagai pengalaman menarik dari tiap-tiap pertandingan dan permainan futsal si pacar. Mulai dari hal yang ngebetein, nyenengin, sampe yang bikin nangis. Yahh ngebetein saat saya gak direken di diemin karena dia terlalu focus ma pertandingannya, atau hal-hal lain yan bikin saya bosen berada di pinggir lapangan. Seneng saat melihat si pacar dan kawan-kawan memenangkan sebuah pertandingan atau memasukkan bola ke gawang lawan. Sedih saad melihat si pacar yang gigih mendapatkan kemenangan dalam pertandingan ternyata harus menelan pil kekalahan *nahh lho ikutan mewek ddeh*.

Yah begitulah nemenin futsal seorang pria apalagi ia adalah orang yang kita sayangi pasti mendatangkan banyak keuntungan dan beberapa kerugian. Adapun kerugiannya, pertama apabila qt wanita yang tidak terlalu suka akan bola sudah pasti kita akan merasa bosan selama berjam-jam melihat si pacar maend. Gimana gak bosen kalau permainan Cuma seputar nendang bola, ngoper bola, ngerebut bola *hemm hanya seputar itu saja nothing special. Kadang kalau sudah bosan seperti ini yang kita pikirkan pasti pertama kita kabur aja dari tempat itu, atau kita loncat dari bangku penonton terus lari ke tengah lapangan sambil nari-nari gak jelas *hehe ini sih Cuma ada di pikiran saya*. Terus kalau kita bosen ujung-ujungnya pasti deh kita maenan hape smsn sana-sini gak jelas ngrumpi ma temen-temen *nahh ini aku banget ni*.

Kerugian kedua kita bakal disangka tukang penitipan barang. Hahah kalo yang ini melas banget. Gimana gak kasian, kalau temen-temen si dia selalu nitip barang ini itulah, titip tas, titip baju, titip beliin minumlah, hadeehhh capek sendiri deh. Kalau udah kayak gini yang ada kita Cuma bisa mewek sendiri dah. Buat para wanita jan mau deh kalu kita di gituin. Jagain aja barang si pacar jan temen-temennya *kecualii kalu temen-temennya bisa baek ke kita atau kita berhati malaikat hohoho*.

Kerugian ketiga neh, kalu si pacar bis futsal pasti kita ntar di ribetin ma urusan lipet-lipet baju, ngemasin barang-barang si dia. Hemm ne hubungannya ma bau keringetnya lhu.. jadi kita harus siap-siap nyiapin masker ato parfum segentong *berlebihan dah*.

Dibalik semua minus , pasti ada plusnya. Keuntungan nemenin pacar futsal tuh sebenernya banyak kalo kita ikhlas nemeninnya. Contohnya neh, kita bakal tau siapa aja yang deket sama pacar kita. Kita bakal lebih deket sama temen-temennya, nah pasti nguntungin banget tuh buat kita . paling gak keberadaan kita sebagai pacar diketahui oleh teman-temannya. Kita juga bisa berbagi cerita dengan teman-temannya, mulai dari kegiatan pacar sama temennya, atau bahkan gossip yang lagi hip di tongkrongan si pacar.

Keuntungan lainnya ne, kita bisa cuci mata gratisan bok, hehe.. di Futsal Centre tuh udah pasti banyak cowoknya, nah bisa kita buat kesempatan tuh buat flirting ke mas-mas yang bodynya six pack . pulang dari nganter pacar futsal mata jadi sehat. Hehhe..

Jadi, kita para wanita jangan bosen-bosen ddeh di ajak pacar nemenin futsal. Selain nyenengin pacar, kita juga bisa untung hihi . –nury-
Bookmark and Share

Jumat, 02 Juli 2010

Demam Eclipse Twilight Saga


Dari beberapa hari yang lalu saya sibuk mencari jadwal film eclipse tayang di bioskop. Hemm.. entah ada dorongan apa saya menjadi sangat tertarik sama film satu ini. Padahal film pertamanya saja saya telat nontonnya itupun lihat di leptop temen dan gag lihat penuh. Film keduanya pun baru minggu kemaren pinjem dvdnya. Dan sejujurnyapun saya tak pernah membaca bukunya lhuu.. Hahaha sepertinya saya kembali terkena syndrome plagiat. Apa yang lagi hip sekarang ikutin ajah biar ikutan ngerti arah pembicaraan orang *maksa banget ddeh saya*.

Tanggal 30 Juni kemaren saya mendapat info dari twitter kalu hari itu eclipse tayang di Surabaya. Hemm kontan saja saya langsung sms pacar minta temenin nonton. Pacar sih setuju-setuju saja buat temenin plus traktir nonton *kemaruk amat yye saya ini*. Tapi setelah memikirkan, mengingat dan menimbang, kami memutuskan tdk nonton hari itu. Karena hari itu saya lagi repot sekali mengurusi dua kroco-kroco kecil di rumah saya *belajar jadi ibu rumah tangga yang killer hehe*.

Alhasil, saya sama pacar nonton kemaren. Berangkat dari rumah sekitar jam setengah sepuluh pagi. Nyampe di TP langsung kami antri tiket. Goshh.. antriannya panjang banget. Gak tahu juga apa yang antri itu antri mau beli tiket eclipse atau mau nyopet orang di depannya. Sepanjang antrian, dua cewek di belakangku terus ajah crewet soal si Robert Pattinson , twilight, new moon, yang lama-lama bikin gerah. Soalnya yang mereka omongin itu pada ngawur gag jelas sok tahu dan jelas gossip banget. Masak di bilang si Patt mau tunangan ma aming. Nah loo jelas khayal banget kan.. hadehh.. sumpah dde gregetan dengar mereka.

Setelah satu satu jam ngantri akhirnya saya dapetin juga tiket buat jam dua belas. Sumpah selesai dapet tiket seneng banget rasanya seperti habis dapet undian berhadiah satu milyar *berlebihan lagi ddeh*. Ehh tapi sumpah lho saya seneng banget, sampe lompat lompat segala ma teriak-teriak histeris kesenengan *doeenggg berlebihan lagi*. Anway, sepertinya emang saya suka ngantri tiketnya saja daripada nonton filmnya hehehe.

Selama nonton, si pacar no comment saja. Haha sebenarnya saya ngrasa kasihan sih sama dia. Soalnya dia sama sekali gak paham sama critanya. Ya jelas gak paham orang dia gak pernah liat Twilight the series sama sekali *mengenaskan kan..*. si pacar sebenarnya mupeng nonton Toy Story 3, tapi apa daya dia telah takhluk oleh bujuk rayu si cantik Nur Rizka *di kemplang :-D*.

Berbeda dengan pacar, selama nonton saya komentar mulu. Kalo bisa di animasiin itu kayak orang yang ngomong sampai berbuih buih hehehe. Komentar kalu filmnya isinya adegan ciuman mulu lah, si Patt bener-bener cakeplah,ato komentar dandanan smoky si Dakota fanning yang outstanding banget, bahkan komentar gak penting kayak ternyata vampire itu fashionable banget. Haha *benar-benar menggila*. Setelah nonton ntu film saya bisa ambil kesimpulan ternyata vampire kalo sama pasangannya itu setia banget yya.. *hehe kesimpulan yang aneh*.

Yah.. begitulah, seharian saya di hebohkan dengan acara nonton yang saya sendiri sebenarnya gak paham-paham amat sama filmnya. Hanya ikut-ikutan biar bisa ikut komentar dan gak takut ngrasa gak Hip karena gag ikutan yang Trend sekarang. Bagaimana dengan anda ??? –nury-
Bookmark and Share

Minggu, 27 Juni 2010

Diam-Diam Jatuh Cinta


Saya pernah ngerasain yang namanya “diam-diam cinta” seperti yang ada di lagunya Ahmad Dhani feat Dewi Persik yang lagi hot saat ini. Sebenarnya arti dari diam-diam cinta itu bisa bermacam-macam. Bisa mencintai orang secara diam-diam tanpa diketahui orang lain, atau bisa juga malah yang dicintai itu tidak tahu kalau kita mencintainya.

Namun dalam kasus saya ini, saya mencintai seseorang tanpa ada orang lain yang tahu. Hemm.. saat itu saya tak bisa mengatakan bahwa saya mencintai seorang lelaki yang bernama Fikri (tentu saja nama sengaja saya samarkan), karena status saya saat itu not available alias sudah ada pacar. Begitu pula dengan fikri, kebetulan dia adalah pacar dari salah satu teman saya. Membingungkan bukan ??! Yah.. saya sendiri bingung.

Cerita berawal saat saya dengan pacar saya saat itu sedang banyak masalah. Tiap hari saya di sibukkan dengan meladeni amarah dan sifat keakuan dari pacar saya. Nah.. disaat-saat saya lagi in deep shit banget, Fikri tiba-tiba aja datang dan menawarkan sebuah persahabatan. Tawaran itu sudah pasti saya terima dengan tangan terbuka *mengingat saya ini kan wanita yang suka berteman :-D*. Setiap saya ada masalah dan dirundung kesedihan *ciee bahasa saya mellow banget *, Fikri selalu mengingatkan gimana caranya ketawa lagi. Di mata saya, Fikri itu seorang lelaki yang tahu dimana harus serius dan dimana ia bisa bercanda.
Meski sangat jarang bertatap mata dengannya, saya bisa ngerasa enjoy buat berbagi cerita dan bercanda dengannya. Hampir setiap tengah malam hingga dini hari saya menyempatkan untuk bertegur sapa dengannya lewat telfon *maklum tengah malam tariff telfon murah*. Sms-sms gak penting terkadang juga mewarnai kebersamaan saya dengan Fikri. Arah pembicaraan kami-pun sangat bermacam-macam, mulai dari yang recehan hingga hal-hal berat. Ngerasa aneh sendiri sih kalau mengingat semua pembicaraan antara saya dan Fikri. Pernah kita ngebahas persahabatan si kodok dan si semut di lagunya Susan. Kita bertengkar Cuma gara-gara ngeributin mungkin gak sih kodok temenan sama si semut ? *padahal hal gitu gag penting banget buat di ributin. Tapi di saat yang sama pula kita bisa ngebahas tentang nasionalisme,berfilsafat gak jelas,ngegombal ,ngomongin cinta, bahkan sharing tentang mimpi. Akan tetapi, meski antara saya dan fikri sering bertukar cerita dan pendapat, sejujurnya saya tak mengenal baik siapa itu fikri. Untuk tahu nama lengkapnya-pun saya membutuhkan waktu yang lama. Bahkan sampai sekarang ini saya tak pernah benar-benar tahu kapan hari ulang tahunnya atau makanan kesukaan dia. Di satu sisi dia sangat tertutup untuk hal itu. Selama ini saya dan Fikri hanya banyak membicarakan mimpi, berdebat dan bercanda tak tentu arah. Kami sama sekali gak pernah membicarakan tentang kita, tentang dia. Selalu semuanya tentang saya. Tapi saya menikmati semua itu.

Lama-kelamaaan waktu membawa saya pada sebuah titik dimana saya harus mengakui bahwa saya jatuh cinta pada Fikri. Hemm.. padahal saat itu saya masih pacar orang *kasian..kasian.. kasian*. Tuhan meletakkan saya pada situasi dan kondisi dimana semuanya diluar kendali otak dan hati saya *hadehh saya mulai pusing dengan bahasa saya sendiri :-p*. Saya takut untuk mengakui bahwa saya jatuh cinta. Selain sadar akan status saya dan status dia yang pacar orang, saya takut dia tidak merasakan hal yang sama. Pernah saat ngobrol dengannya via telfon saya memberanikan diri untuk bertanya :
hemm kalo seandainya suatu saat aku mau sama kamu, kamu mau putusin pacarmu ??” tanyaku saat itu
hah ?! Ya gak maul ah ..” jawabnya
“kenapa ??”
Ya.. soalnya aku kan gak mau jadi cowok yang gak setia di mata kamu”jawabnya sekali lagi.
Hening seketika.
Sumpah, mendengar jawabannya saya malu setengah mati *untung itu di telfon, kalu ugak udah pasti saya langsung lari entah kemana hihihi”. Namun setelah lama-lama saya pikir, apa yang Fikri katakan ada benarnya juga. Jika saya yang di posisi Fikri sudah pasti jawaban saya juga gak mau putusin pacar saya. Lha kalu dia atau saya jawab ‘mau’ pasti suatu saat kalo kita beneran pacaran terus ketemu dengan orang yang membuat kita lebih nyaman pasti kita bakal kayak gitu lagi memilih putus dan berlalu bersama orang baru. Saya tak mau itu terjadi.

Akhirnya saya hanya bisa memendam perasaan itu sendiri. Diam-diam saya jatuh cinta pada Fikri, tanpa seorangpun tahu. Demi kebaikan aku, dia dan hati orang lain. Diam-diam saya mengaguminya, cara bercandanya, marahnya, seriusnya, dan semua tentangnya. Diam-diam saya mengharapkannya, mengharapkan suatu saat ia bisa menjadi pendamping saya. Dan akhirnya dalam diam saya mengikhlaskannya. Mengikhlaskan pada Tuhan , pasrah pada takdir yang membawa kita berdua. Entah bagaimana akhirnya, diam-diam pula saya tetap berdoa. Untukku, untuknya, dan untuk semua.
Bookmark and Share

Kamis, 24 Juni 2010

Lost In Gedangan



        “Semuanya akan tampak indah kalo kamu jadi diri sendiri.. Bukan orang lain..”
Ya, beberapa minggu terakhir ini saya merasa kehilingan jati diri saya yang dulu. Seorang Nur Rizka yang dulu selalu suka mempengaruhi orang-orang di sekitarnya dengan ide-ide gilanya, yang selalu terbuka pada tiap masalah yang dihadapinya, yang berani mengambil resiko agar bisa mendapatkan sesuatu yang baru, dan mesih banyak lagi tentang Nur Rizka yang selalu berani bercahaya.

    Nur Rizka yang sekarang tiba-tiba menjadi orang yang PALSU. Yeahh..Nur Rizka yang sekarang adalah orang yang gak pede dengan apa yang dia punya,yang selalu nyoba jadi orang lain, yang menganggap orang lain lebih hebat daripada dirinya. Nur Rizka sekarang bisanya Cuma nambah-nambahin omongan di forum. Cuma bisa ikut-ikutan. Kalo forum ngomong A ngikut ngomong A, kalo forum ngomong B ngikut ngomong B. Pokoknya apa yang forum suka saya ikutan suka bukan diri saya yang bilang suka. Nur Rizka yang sekarang paling takut menjadi gak actual.

    Dan semua itu menjadikan diri saya terlalu sibuk menjadi orang lain dan lupa bagaimana caranya menjadi Nur Rizka yang sebenarnya. Terkadang saya merasa rindu setengah mampus menjadi Nur Rizka yang kadang-kadang geblek, gila, bodoh, sok tahu, sok berfilosofi, dan sok-sok lainnya yang pada akhirnya cuma membuat diri saya sedikit cerdas dibanding saya sewaktu SD. Saya rindu Nur Rizka yang dahulu.

Bookmark and Share

Selasa, 26 Januari 2010

Bonekmaniaku, Aremaniaku, oh Indonesiaku. ..

    Berita utama pagi ini :
“bonek menyerbu kota Bandung”
“Bonek dan penduduk Solo saling lempar batu”
“Penduduk Lamongan menghadang Bonek yang hendak kembali ke Surabaya”

    Dua hari ini aku bener-bener di bikin geram ma berita-berita tersebut. Bukan karena Bonek, bukan karena penduduk Solo, bukan karena Pemuda Lamongan, atau salah satu di antara mereka. Aku geram pada semua pihak. Semua pihak yang tidak bisa menghargai hak dan eksistensi masing-masing perseorangan maupun kelompok lain di luar dirinya.
    Bonek mania atau pendukung tim Persebaya (gak semua sih, hanya beberapa) kenapa coba mereka harus bertindak anarkis seperti melempari rumah penduduk, menjarah dagangan orang (gak mikir apa, iya klo yang di jarah itu orangnya kaya raya tyuzt duitnya gak habis mp’ tujuh turunan, lha kalo yang di jarah itu orangnya mlarat banget ? dangangannya Cuma kreditan ?? gimana hayo? Mangkanya laen kali kalo mau menjarang pilih-pilih ya dlu ya le… klo bisa jarah aja ntu tukang korupsi duit Negara, baru deh aku bilang ‘Like’ this sambil angkat sepuluh jempol), dan maaf-maaf ne, ada beberapa Bonekmania yang terkadang bertindak kurang ajar ma cewek, sumpah ne beneran, nyata gak fiksi. Ada temenku yang cerita kalau dia pernah di grepe-grepe oleh salah satu Bonekmania ketika dia dan abangnya melintas melewati kawanan Bonek. Hemm, kurang ajar beud ntu orang, gak mikirin emaknya apa yang juga cewek. Huft gak bisa menghargai. Aku bisa marah banget ne soalnya aku juga pernah ngalamin hal buruk ma bonek. Ceritanya ne, pas itu aku dan salah satu kawanku habis dari gresik, mau balik ke Surabaya. Lha tak kusangka-sangka dan tak ku nyana-nyana *halah ! ditabok* aku bareng ma gerombolan Bonek ngamuk yang kecewa karena Tim Kesayangan kalah ma GU (Gresik United). Oh Gosh, aku syok, stress, takut dsb. Lha gimana gak takut ibu-ibu bapak-bapak, di samping kanan kiri saya uda di pepet ma Bonekmania . arrghhh… ne aku bukannya bangga karena di deketin cowok-cowok, tapi apa ntu Bonek gak mikir apa ‘aku yan buruk rupa begini’ masih ajah di pepet-pet. Ditanyain mau kemana lah, sibuk apalah, dsb. Dan yang bikin aku deg-deg ser, plat motornya kawanku itu plat malang . ! God… aku bener-bener takut di bunuh di tempat *berlebihan ding*. Tapi beneran lhu, aku pas waktu itu tekanan batin, takut ! untung gak pipis di celana.
    Beberapa Penduduk Lamongan ma Solo juga kug kagak berperasaan jugag sih. Nglempari anak orang sembarangan. Iya sih wajar mereka marah sama kelakuan beberapa Bonek yang terkadang kurang beradap. Tapi gak gitu pak caranya.. masak kekerasan dib alas keanarkisan pulak. Yang ada malah orang yang gak bersalah jadi korbannya (beberapa wartawan terkena timpukan batu), tragis banget kan bapak-bapak ibu-ibu. Ehh. . gak sengaja aku liat di TV anak kecil ikut-ikutan nglempari batu lho, hemm. . kayaknya ne udah jadi pendidikan yang gak baik wad anak-anak dech, bisa jadi mereka juga jadi anarkis ngeliat bapak-bapaknya balas dendan. Hemm dendan kesumat ma Bonek *toeng-toeng, ikutan ditimpuk batu juga* . Udah gak bahas ini banyak-banyak, beda kasus buk. .
        Bukan hanya berita saja yang membuat saia merasa gerah dan prihatin melihat wajah beberapa kelompok fanatic club2 sepakbola di Indonesia yang saling melempar sumpah serapah dan menebar tindakan-tindakan anarkis lainnya .
        Kemaren Abangku sempat meng.tag dua photo ke akun facebook.ku. Foto pertama ada seorang nenek dengan membawa ‘entong’ dan wajan serta menggendong ‘wakul’ besar di punggungnya berkata “BONEK anc*k !! menang pisan ae kakean cangkem tapok wajan kene kon c*k !!”
        Astagfirullah, kataku mengelus dada. Kasian amat ntu nenek-nenek, kagak tau apa-apa photonya di edit kayak gitu. Harusnya kata-kata itu gak seharusnya diumbar dengan mudahnya pada khalayak. Bukan karena apa-apa sih, Cuma ngeres di kuping bu’…
        Belum lagi komentar-komentar di bawahnya yang , naudzubillahimindzolik bikin kuping geli-geli panas (hehehe bahasaku kug makin kacau gene). Ada beberapa komentar yang membuatku tergelitik buat mengomentarinya pulak.

A = “arema oh arema .. singo edan.. bonek t*i.. eyangku wae mangkel” (hahaha ya gimana gak mangkel, masak simbah yang udah sepuh belum tentu paham arema, aremania, persebaya, bonek malah di kambing hitamkan dalam masalah yang gak jelas kayak gini. Hemmm eyang yang harusnya di hormatin kug malah di rendahin sama photo-photo kayak gini.)

W = “yupz sip.. bangga bgtz ce btindak anarkis” (ngakak dua kali deh aku . ne yang bangga yang mana ?? si bonek apa yang aremania?? Bikin photo gak beradap apa bukan anarkis pulak ?? untung ne photo bukan photo nenek.ku, kalo sampe photo nenekku sumpah dde , aku laporin ke komnas HAM pusat . Anarkis bukan aja maen tangan bung . ! tapi segala tindakan yang mengacau orang lain baik jasmani maupun rohani . ! buka kamus bahasa Indonesia susunan WJS POERWADARMINTA-balai pustaka halaman 40 anarki-anarkis.)

O = “pantes nek mak mue mangkel wong wajane digawe goreng singoo, jenenge ae singgo edan, singgo e gendeng.. bonek yes , arema the mother fu*ker” ( hoho, akhirnya sang lawan ikut komentar, yah kiraian bakal komentar dengan bijaksana tapi sama aja, sama –sama gak aturan, emak di rumah yang banting tulang ngurus keluarga malah di bawa-bawa ke forum yang emak sendiri gak paham apaan. Kebacut le…)

C = “g melok-melok.. GU ae adem ayem.. hahahha” (like this dah buat yang komentar gini. Bukan karena gak punya nyali, tapi aku paham bener ne, lebih baik diam kalo gak tahu apa-apa. Gak jadi sekedar ngikut aja padahal gak tahu apa-apa)

B = “kayake bonek masi perlu sekolah”
K = “bonek gk perlu sekolah tapi tertanam di neraka lebih pantas untuk kaum seperti mereka” (Astagfirullah.. ne bawa-bawa neraka jugag. Orang kata-katanya sama aja gak beradap kug saling mau lempar ke neraka . itukan berhubungan dengan esensi ‘ketuhan’ bung . . gak takut mendahului Tuhan ???)


        Bukannya Allah Swt udah mengingatkan di Surat Al-hujuraat ayat 11 : ‘ hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita –wanita lainnya boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri’—maksudnya mencela sesama mukmin karena oarng mukmin sati badan, nah lhoo padahal kita kan sama-sama tinggal di jawa Timur KTP aja kewarganegaraan Indonesia. Masih Al hujuraat 11 ne: ‘..dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang zalim’. Nah bagaimana dengan Kalian ??? mau terus-terusin gontok-gontokan meski ancamannya langsung dari Tuhan ???
        Dan yang bikin aku makin emosi ma situasi ini adalah ketika Ibukku ikut komentar pulak. Oh Gosh, komentarnya si ibuk jugag gak kalah sadis ma orang-orang yang anti bonekmania. Baru aja ingetin biar gak saling ejek, ehh si ibuk kug jugag ikut-ikutan padahal kagak tau apa-apa sama sekali. Oh ibuk jagalah ucapanmu . . *dosa amat yak ngajarin ortu …*
        Beberapa hari yang lalu aku sempet komentar ke salah satu status Fb milik Friendku yang kebetulan Bonekmania.
        Di situ aku mempertanyakan kenapa Bonekmania ma Aremania gak bisa damai. Nah tau apa jawabanya kawan-kawan ? Dy bilang kalau Arema resek, suka bikin ulah, dan lain-lain sebagainya yang buruk-buruk. Hemmm.. kalu dibaca dari awal, bukannya Aremania juga mengatakan hal yang sama ?? lantas siapa yang benar ??
        Dan yang bikin aku gak habis pikir ne, waktu aku kasi komentar di salah satu photo abangku dengan kata-kata yang kurang lebih seperti ini
“keep ur heart, keep ur mind. I’m INDONESIAMANIA . ! jangan pake omongin cinta damai kalau sesama jawa timur aja gak bisa damai, jangan ngomongin kebijaksanaan kalu gak bisa nerima ejekan dengan legawa, jangan ngaku bs nerima perbedaan kalu masi menjunjung tinggi fanatisme. *Awwawaa.. jiwa aktivisku bangkit bok.*”
        Kemudian salah satu temanku yang ngaku Bonekmania komentar : “ nie bukan masalah Indonesia atau bukan? Qt punya prinsip yang berbeda.. qt juga tidak satu rumah, mengapa qt harus diam.. qt berontak.. so pasti.. selama itu mengusik dari prinsip kita mengapa tidak ??!!”
        Nah kawan, ne komentar dari saya yang mengaku INDONESIAMANIA, satu-satu ya bung ..
‘nie bukan masalah Indonesia atau bukan’ – wow anda salah bung . !! ini jelas permasalahan Indonesia kita, gimana tidak, kita terpecah bung , terpecah karena fanatisme tim sepak bola yang lama-kelamaaan menimbulkan tindakan anarkis dan bisa jadi lama-lama bergeser menjadi konflik-konflik bersifat lokalisme yang mungkin saja menggrogoti kesatuan bangsa kita . Bukankah malang dan Surabaya satu tanah air ? bahkan satu provinsi , Jawa Timur ? anak malang menyebut diri mereka ‘arek malang’, begitu pula anak Surabaya menyebut diri mereka ‘arek suroboyo’ berarti sama kan Arek jawa timur. Lantas salah dimananya ?? katamu kalian tidak satu rumah, tidak satu rumah bagaimana ?? yang membedakan kalian hanya jarak sekitar 100km saja, toh tanah yang kalian pijak sama. Tanah jawa. Lebih tepatnya jawa timur. Langit yang menaungi kalianpun sama. Apalagi jika bukan serumah ? Bagaimana bung masihkah kau berkata ini bukan masalah Indonesia ? Memangnya KTP anda bukan orang Indonesia bung ?
        Nah ini yang lebih aneh, masalah perbedaan prinsip . Prinsip jika dalam kamus bahasa Indonesia brarti asas (kebenaran yang jadi pokok dasar orang berfikir, bertindak, dsb). Nah apa prinsip BONEKMANIA dan AREMANIA ?? hemat saya *halah* gak ada prinsip yang jelas yang mereka usung. Satu yang bikin mereka ada kan karena mereka sama-sama pecinta tim sepak bola masing-masing. Toh mereka sama-sama penonton kan. ? Beda lagi kalo antar pemain mereka musuhan. Kalo saingan udah pasti kan tiap di arena bola semuanya musuhan dan saingan, harus malahan. Tapi di luar arena pemain persebaya dan Arema kan gak gontok-gontokan seperti suporternya. Aku Tanya deh, emang prinsip yang di usung BONEKMANIA ma AREMANIA apa ? Apa yang beda ? jelaskan . .!! *hehehe kayak soal ujian ajah*
Begitulah saudara-saudara sedikit emosiku mengenai perselisihan antara Bonek, Aremania, dan lain-lain. Aku gak habis pikir aja, polemic yang terjadi antar supporter di Indonesia yang sebenarnya gak jelas kenapa ada dan muncul dengan tindakan-tindakan anarkis yang membuat rugi orang-orang tak berdosa.
Bukankah sebaiknya kita sesama manusia dan sebangsa setanah air saling menghormati perbedaan yang ada bukan malah memperkeruh dan bertindak berlebihan . bukankah sudah sebaiknya bila ada perbedaan prinsip kita ungkapkan dengan cara yang baik, cara yang lebih beradap, dan terhormat sebagai manusia. Tidak dengan menyebar fitnah, dan melempar sumpah serapah dengan kata-kata yang sama sekali berprikemanusiaan.
        Kawan-kawan Bonekmania atau Aremania atau yang lain, saya tantang anda buat menunjukkan ketangguhan kalian bukan dengan tindakan-tindakan yang yang menyakiti orang lain atau kata-kata kotor tak bermakna, namun dengan kearifan kalian dan kata-kata yang benar-benar menunjukkan bahwa kalian memang manusia beradap. !
        Cukup sekian tulisanku. Meski sebenarnya masih banyak yang inginku tulis tapi aku terlalu takut bila tulisanku nanti malah menyakiti hati dan jauh dari tujuan awal. Maav bila ada beberapa kata-kataku yang kurang berkenan, semua itu tidak ku sengaja. Karena aku hanya ingin mengeluarkan unek-enek dan ketidak-sreg.kanku pada situasi si sekitarku kali ini. Aku hanya ingin negaraku aman. Dan jauh dari hal-hal sepele yang seharusnya tak perlu terjadi. Hanya itu saja. Salahkah aku ? – nury –


Bookmark and Share

Senin, 25 Januari 2010

Diet, Oh Diet. . .

    Ternyata diet gak gampang wad dilakuin oleh seorang cewek. Meski resolusi-resolusi baru tentang menurunkan berat badan udah di tempel di buku agenda, tembok-tembok kamar dan bahkan ampe ditempelin di jalan-jalan raya (heheh kayaknya berlebihan yya) tetep aja terkadang nafsu wad makan-makanan berlemak tetep aja gak bisa di takhlukan. Kenapa yya makanan yang di haramin saad diet itu terkadang malah lebih enak ? sebelll. .!!
    ne terjadi pada diri saiia waktu jalan ma sang kekasih. dari awal berangkat mau jalan, aku dah ingetin cowok.ku supaya gak ngajak aku makan.
   "Ayy, ntar jangan nawarin aku makanan junk food ato ice cream yak ,! aku diet" kataku
   "iya.." jawab cowok dengan anggukan kepala.
   tapi apa yang terjadi saudara-saudara. .  Semua kata-kataku barusan gak berarti alias hangus sudah, gak berlaku. bukan gara-gara cowokku yang nawari aku makanan-makanan, tapi malah aku sendiri yang ngelanggarnya.
   hehehe, tiba-tiba aja aku nyeletuk bilang lapar ke cowokku waktu jalan di salah satu mall di Surabaya. dan wal hasil aku ma cowokku makan dde di salah satu waralaba dengan menu Fried Chikcen Hot Black paper flavour. bayangin , aku hadis dua potong plus nasi. hemm gak sampe situ aja, habis makan ayam wisata kuliner diteruskan pada pizza. Oh Gosh, sumpah aku kayak cewek kesurupan.
   diet hari ini gagal. ! hemm. . ternyata jadi cewek susah. padahal tips diet miliku lumayan gag berat2 amat lhu. ne tips yang harusnya aku jalankan dalam program dietku,
  1. Diet bukan berarti melaparkan diri. Diet bukanlah penyakit anorexia nervosa.
  1. Makan pagi yang cukup.
  1. Hindari makanan tinggi bgula dan lemak, seperti es krim, cokelat, daging, ayam. Ganti dengan sayur, buah, sesekali makan makanan berprotein.
  1. Tidak ada acara makan setelah pukul 18.00
  1. Olahraga hukumnya wajib
  1. jauhi cemilan, apalagi yang berminyak. Kamu boleh makan snack di antara waktu waktu makan tapi pastikan konsumsi snack yang bergizi dan bukan junk food. Pudding buah bisa jadi alternative.
  1. Jangan percaya pada obat pelangsing, inti diet adalah pola makan dan olahragamu.
  1. pastikan kamu berniat melakukannya, berhenti diet adalah pilihan terkonyol. !

    tuh, gag susah2 amatkan sebenarnya, tapi gak tau kenapa selalu aja gagal. . hemm ada yang bisa kasi tips diet yang lebih manjur n mudah dari pada ini ??? 
Bookmark and Share

Minggu, 17 Januari 2010

APA SICH INDUSTRI KREATIF ITU ???

    Sejak tiga tahun terakhir istilah “ekonomi kreatif” dan atau “industri kreatif” mulai marak. Utamanya sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut pentingnya pengembangan ekonomi kreatif bagi masa depan ekonomi Indonesia. Ajakan Presiden agar kita mulai memperhatikan ekonomi kreatif yang memadukan ide, seni dan teknologi memang cukup beralasan, mengingat ekonomi kreatif merupakan tuntutan perkembangan dunia di abad ke-21 ini.
        Di beberapa negara, ekonomi kreatif memainkan peran signifikan. Di Inggris, yang pelopor pengembangan ekonomi kreatif, industri itu tumbuh rata-rata 9% per tahun, dan jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara itu yang 2%-3%. Sumbangannya terhadap pendapatan nasional mencapai 8,2% atau US$ 12,6 miliar dan merupakan sumber kedua terbesar setelah sektor finansial. Ini melampaui pendapatan dariindustri manufaktur serta migas. Di Korea Selatan, industri kreatif sejak 2005 menyumbang lebih besar daripada manufaktur. Di Singapura ekonomi kreatif menyumbang 5% terhadap PDB atau US$ 5,2 miliar.
    Ekonomi kreatif termasuk ekonomi gelombang keempat. Alvin Toffler menyebut, ekonomi gelombang pertama bertumpu pada sektor pertanian, ekonomi gelombang kedua pada sektor industri, dan ekonomi gelombang ketiga pada sektor informasi.

Definisi
    Menurut John Howkins dalam The Creative Economy: How People Make Money From Ideas, ekonomi kreatif diartikan sebagai segala kegiatan ekonomi yang menjadikan kreativitas (kekayaan intelektual), budaya dan warisan budaya maupun lingkungan sebagai tumpuan masa depan.
Sementara itu, industri kreatif adalah berbasis kreativitas, keterampilan, dan talenta yang memiliki potensi peningkatan kesejahteraan serta penciptaan lapangan kerja dengan menciptakan dan mengeksploitasi Hak Kekayaan Inteletual (HKI). Analoginya,ekonomi kreatif adalah kandangnya, industri kreatif adalah binatangnya.
    Ekonomi kreatif punyai 14 subsektor industri, yaitu periklanan (advertising), arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, video/film/animasi/fotografi, game, musik, seni pertunjukan (showbiz), penerbitan/percetakan, software, televisi/radio (broadcasting), dan riset & pengembangan (R&D). Saat ini industri kreatif di dunia tumbuh pesat. Ekonomi kreatif global diperkirakan tumbuh 5% per tahun, akan berkembang dari US$ 2,2 triliun pada Januari 2000 menjadi US$ 6,1 triliun tahun 2020.
Di Indonesia, ekonomi kreatif cukup berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Hanya, ia belum banyak tersentuh oleh campur tangan pemerintah. Ini karena pemerintah belum menjadikannya sebagai sumber pendapatan negara yang penting. Pemerintah masih fokus pada sektor manufaktur, fiskal, dan agrobisnis.
    Menurut data Departemen Perdagangan, industri kreatif pada 2006 menyumbang Rp 104,4 triliun, atau rata-rata 4,75% terhadap PDB nasional selama 2002-2006. Jumlah ini melebihi sumbangan sektor listrik, gas dan air bersih. Tiga subsektor yang memberikan kontribusi paling besar nasional adalah fashion (30%), kerajinan (23%) dan periklanan (18%).
Selain itu, sektor ini mampu menyerap 4,5 juta tenaga kerja dengan tingkat pertumbuhan sebesar 17,6% pada 2006. Ini jauh melebihi tingkat pertumbuhan tenaga kerja nasional yang hanya sebesar 0,54%. Namun, ia baru memberikan kontribusi ekspor sebesar 7%, padahal di negara-negara lain, seperti Korsel, Inggris dan Singapura, rata-rata di atas 30%.

Keseriusan
    Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pemerintah membuat beberapa langkah terobosan. Pertama, menyiapkan insentif untuk memacu pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya, dengan harapan mampu menyumbangkan devisa sebesar US$ 6 miliar pada 2010. Insentif itu mencakup perlindungan produk budaya, pajak, kemudahan memperoleh dana pengembangan, fasilitas pemasaran dan promosi, hingga pertumbuhan pasar domestik dan internasional.
    Kedua, membuat roadmap industri kreatif yang melibatkan berbagai departemen dan kalangan. Ketiga, membuat program komprehensif untuk menggerakkan industri kreatif melalui pendidikan, pengembangan SDM, desain, mutu dan pengembangan pasar. Keempat, memberikan perlindungan hukum dan insentif bagi karyaindustri kreatif. Beberapa contoh produk industri kreatif yang dilindungi HKI-nya, di antaranya buku, tulisan, drama, tari, koreografi, karya seni rupa, lagu atau musik, dan arsitektur. Produk lainnya adalah paten terhadap suatu penemuan, merek produk atau jasa, desainindustri, desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang.
    Kelima, pemerintah akan membentuk Indonesian Creative Council yang akan menjadi jembatan untuk menyediakan fasilitas bagi para pelaku industri kreatif. Keenam, pemerintah akan menyelenggarakan lomba Indonesia Creative Idol (ICI) 2008, yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan industri kreatif. Acara ini digelar di 12 kota di Indonesia selama Juni-Agustus 2008.

Keuntungan
    Dengan menggenjot perkembangan industri kreatif di Tanah Air, banyak manfaat yang bisa diraih. Pertama, bisnis UKM makin berkembang –sebagian besar UKM bergerak di industri kreatif.
Beberapa masalah UKM di Indonesia, seperti pemasaran, promosi, manajerial, informasi, SDM, teknologi, desain, jejaring (networking), dan pembiayaan diharapkan bisa segera teratasi. Alhasil, harapan IKM menjadi penggerak utama perekonomian nasional dengan kontribusi 54% kepada PDB dan pertumbuhan rata-rata 12,2% per tahun pada 2025 bisa diwujudkan.
    Kedua, mengurangi tingkat kemiskinan. Menurut BPS, orang miskin pada 2007 telah mencapai 16,5% (sekitar 37,1 juta jiwa), naik dibanding tahun 2005 yang 15,9%. Ketiga, mengurangi tingkat pengangguran. Pada 2005, tingkat pengangguran resmi tercatat pada titik tertinggi, yakni 10,3%. Sementara itu angka pengangguran terbuka pada Agustus 2007 mencapai 10,01 juta orang. Tingkat pengangguran pedesaan sedikit lebih tinggi daripada di perkotaan. Mulai tahun 2000 seterusnya, ada kecenderungan meningkatnya pengangguran di kalangan perempuan dan orang muda. Studi Profesor Harvey Brenner dari Johns Hopkins University AS menunjukkan bahwa setiap 1% tambahan angka pengangguran akan mengakibatkan 37 ribu kematian, 920 orang bunuh diri, 650 pembunuhan dan 4000 orang dirawat di rumah sakit jiwa.

Tantangan
    Pemerintah bertekad mengembangkan ekonomi kreatif, tetapi untuk merealisasikannya tidak mudah. Ada banyak tantangannya.
Pertama, pengaruh harga minyak global yang semakin tak terkendali hingga di atas US$ 134 per barel. Kenaikan ini akan memengaruhi kinerja industri kreatif, terutama pada meningkatnya harga bahan baku dan ongkos produksi.
    Kedua, carut-marutnya masalah perburuhan, terutama soal tuntutan gaji yang seringkali tidak diimbangi dengan produktivitas. Ketiga, daya saing produk-produk kita yang masih rendah, baik di pasar domestik maupun internasional. Ini bisa memengaruhi volume produksi dariindustri kreatif.
    Keempat, soal birokrasi perizinan usaha, yang mulai dari soal lamanya pengurusan, besarnya biaya, merajalelanya pungli, dan lain-lain. Kelima, minimnya sosialisasiekonomi kreatif baik lewat media maupun penyelenggaraan seminar dan penerbitan buku-buku.
    Jika pemerintah mampu mengurai lima tantangan tersebut dengan solusi yang konstruktif dan komprehensif, harapan dan target untuk mengembangkanekonomi kreatif di negara kita dalam 5-8 tahun ke depan, sehingga bisa menyumbang 10% dari PDB nasional, akan terwujud.***

[Warta Ekonomi, No.12/Tahun XX/9 Juni 2008]
Bookmark and Share

Selasa, 05 Januari 2010

Aku Tak Ingin Membencimu Bu. ..

"Mencintaimu adalah sebuah keharusan yang telah di takdirkan"

Terkadang ada rasa jenuh untuk memahamimu, tapi aku terlalu takut mengungkapkannya. Bukan karena aku tak mampu berkata, hanya saja aku takut akan dosa. Bukankah batas antara diriku dan akamu adalah Pahala dan Dosa ? Aku mencintaimu karena aku inginkan pahala. Dan aku bertahan untuk tak membencimu karena aku tak ingin berdosa.

Dosakah aku berkata 'aku cinta padamu' hanya karena aku takut dosa ???

Maafkan aku, aku sama sekali tak ingin membenci. hanya saja aku tak bisa menghadapi keadaan ini. keadaan dimana mungkin aku atau kamu sedang jenuh satu sama lain. keadaan dimana aku atau kamu saling berlomba-lomba membenturkan keegoisan kita masing-masing.

Mungkinkah kita butuh wakti untuk tak saling bertemu agar rasa saling membutuhkan itu kembali lahir dari hati kita sama seperti waktu dimana kau melihat tubuh kecilku dulu ? atau agar air mata haru itu kembali tumpah seperti saat pertama mendekapku ?
Bookmark and Share

Sabtu, 02 Januari 2010

Pergi . . .

Ini adalah bulan pertama di taun 2010. Januariku selalu disibukkan dengan membuat resolusi-resulusi baru yang mungkin tak terealisasikan. Tapi untuk tahun ini aku benar-benar akan memperbaiki hidupku yang mulai berantakan beberapa waktu lalu.

Meskipun malam tahun baruku tak kuhabiskan dengan berlibur atau berpesta pora aku masih bisa memaknai pergantian tahun ini. Bahkan dengan perenunganku itu makin membuatku makin bertekad memperbaiki diri.
Resolusiku tahun ini masih sama dengan tahun lalu hanya mungkin aku akan lebih niat buat mengadakan perubahan yang lebih baik di hidupku.

Resolusiku :
1.No more complaining at everything
2.No more telling everybody about my misery.
3.Berani naek motor di jalan raya.
4.Berani ikutan donor darah.
5.I againt’s any affair, apapun bentuknya.
6.Menurunkan berat badan hingga 5 kg, tentunya dengan hidup sehat.
7.Menyelesaikan satu novel.
8.Teliti dalam naruh barang, termasuk hape. !! (berkali-kali lupa naruh hape dimana)
9.Memperbaiki & hubungan dengan keluarga (jelas, terutama My mom).
10.Berhenti merasa iri dengan teman yang nasibnya lebih baik dari aku. !

Itu tadi sepuluh point apa yang aku inginkan dalam tahun 2010 ini. Sebenarnya sih masih banyak , tapi saat ini yang terlintas dikepalaku hanyalah beberapa point itu. Semoga aja semua apa yang aku inginkan di tahun 2010 ini terkabulkan dan gak perlu pake acara ingin di kertas diaryku saja. Hehehe. . kebiasaan dari dulu kalau buat resolusi pasti bagus di diary ajah, gak pernah ada yang terealisasikan.

Harusnya dalam mewujudkan hal-hal diatas tersebut aku memiliki beberapa partner. Namun dikarenakan situasi yang tak mendukung aku hanya menemukan satu partner, yah.. siapa lagi kalau bukan lelakiku Firman Ali Saputro. Mungkin dengan berjalannya waktu aku akan menemukan beberapa partner baru yang mungkin juga bisa jadi malaikat penyelamatku dan membawaku pergi dari kegelapan hidupku yang okemarin-kemarin. Semoga. Happy New Years 2010. . . .!!!!


Bookmark and Share